Usaha Kaos Olahraga dan Sendal di Semarang

0
7
bisnis kaos olahraga

Usaha Kaos Olahraga dan Sendal di SemarangBerbisnis kaos olahraga tak pernah lekang oleh zaman. Pasarnya selalu hidup karena peminatnya pun tak pernah sepi. Mulai dari anak-anak sampai dewasa gemar mengenakannya. Bahan baku kaos pun mudah didapat dengan harga yang relatif murah.

bisnis kaos olahraga

Namun yang membedakan usaha anda dengan yang sejenis lain adalah dari segi desain serta kualitas jahitan. Untuk memasarkan nya pun anda tidak perlu repot anda dapat menjalin kerjasama dengan lembaga sekolah untuk mengadakan kaos olahraga siswa. Memasok nya ke beberapa toko olah raga pada beberapa perusahaan maupun pemerintah.ini lah salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Cara Bisnis Kaos Olahraga

  1. Memulai Bisnis
    • Menyiapkan ruangan khusus dirumah anda sebagai tempat memproduksi pakaian
    • Membeli beberapa mesin jahit
    • Mencari tukang jahit berpengalaman
    • Mengetahui lokasi penjual kain murah dan berkualitas
    • Mencari karyawan yang mahir dalam mendesain dan menyablon pakaian
    • Siap untuk menggali ide-ide kreatif dalam menciptakan desai yang disukai
  2. Hambatan Bisnis
  3. Banyaknya saingan usaha sejenis yang membuat kaus berdesain dan berkualitas lebih baik
    Sepinya order pembuatan kaus karena faktor tertentu.

  4. Strategi Bisnis
  5. Gencar melakukan promosi dan mengajukan jalinan kerja sama dengan berbagai pihak tawarkan harga yang kompetitif untuk setiap kaus yang diorder usahakan untuk selalu dapat menepati waktu tenggat pembuatan kaus buatlah desai khusus yang unik menarik dan berbeda dengan yang lainnya.

    • Pakailah bahan sablon yang berkualitas
    • Selalu mengutamakan kualitas
    • jalinlah hubungan yang baik dengan beberapa toko alat olah raga agar anda dapat menjadi pemasok di tempat tersebut jalinlah kemitraan denga nprodusen kaus atau garmen yang lebih besar.
  6. Analisis Bisnis
  • Modal awal
  • Peralatan
    2 unit mesin jahit juki Rp 2.000.000
    1 unit mesin obras Rp 500.000
    1 unit mesin potong kain Rp 500.000
    Screen sablon Rp 500.000
    1 unit cpu untuk mendesain Rp 3.000.000
    Jumlah Rp 6.500.000

    Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu, sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 6.500.000,00 – 1000,00) : 4 = 1.624.750,00 per tahu atau sama dengan Rp 135.395,00 per bulan.

    Perlengkapan
    Bahan baku kaus Rp 3.000.000,00
    Promosi (iklan, profosal, pamflet) Rp 150.000,00
    Lain-lain Rp 100.000,00
    Jumlah Rp 3.250.000,00
  • Perhitungan Laba / (Rugi) per Bulan
  • Pendapatan
    Asumsi omzet + 300 kaos x Rp 25.000,00 Rp 7.500.000,00
  • Biaya-biaya:
Listrik + telepon Rp 300.000,00
Upah tukang jahit 2 orang @ 500.000,00 Rp 750.000,00
Harga pokok bahan baku kain + benang Rp 3.000.000,00
Transportasi Rp 300.000,00
Biaya perlengkapan Rp 250.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 135.395,00
Jumlah biaya Rp 5.735.395,00
Laba Bersih Rp 1.764.605,00
Baca Juga : Berbagai Jenis Peluang Bisnis Tanpa Kadaluarsa

Cara Berbisnis Sandal Murah

Salah satu kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa diabaikan adalah sandal. Setiap orang membutuhkan sandal. Karena itu, peluang untuk mengembangkan bisnis ini cukup terbuka lebar. Apalagi model sandal atau desain sandal yang banyak digemari dapat menjadi tren. Jikalau sudah begitu, omzet produksi akan bertambah dan kesuksesaan ada di depan mata.

  1. Memulai Bisnis
  2. Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika memulai usaha ini. Bulatkan niat dan tekad Anda untuk terjun ke dalam bisnis pembuatan dan penjualan sandal. Carilah informasi mengenai seseorangyang ahli dan berpengalaman dalam bidang home industry sandal. Jika Anda bermukim di Bandung, Anda dapat mencarinya daerah cibaduyut, sentra pembuatan sandal dan sepatu ternama, jikalau sudah Anda, tawarkan kerja sama dengannya untuk merintis usaha ini.

    Siapkan tempat usaha atau workshop yang memadai untuk menunjang aktivitas produksi, kreatiflah dalam mendesain sebuah model sandal. Menjalin hubungan yang baik antara Anda dengan grosir, agen, atau distributor bahan baku sandal. Lakukan pengecekan ulang oleh Anda terhadap sandal-sandal yang telah rampung dibuat. Hal ini sebagai bentuk pengawasan juga atas setiap barang yang telah dihasilkan. Pastikan pangsa pasar Anda jelas, misalnya apakah untuk remaja, dewasa, atau ibu-ibu.

  3. Hambatan Bisnis
  4. Ketika menjalankan usaha ini ada beberapa hambatan yang akan Anda temui, diantaranya sebagai berikut.

    • Persaingan yang ketat diantara sesama pengusaha.
    • Desain atau model sandal kita ditiru orang lain.
    • Tingginya pasokan sandal ke penjual sehingga sandal menjadi pasaran dan tidak laku lagi.
    • Harga bahan baku sandal naik.
    • Kurangnya promosi.
  5. Strategi Bisnis
  6. Beberapa strategi yang tepat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis ini adalah sebagai berikut :

    • Pasoklah barang ke berbagai jenis pasar, baik tradisional maupun modern.
    • Bergabunglah dengan asosiasi bisnis untuk mencari peluang mendapatkan agen penjual.
    • Jangan segan dan ragu membuat jaringan distributor sendiri.
    • Buat varian sandal yang unik.
  7. Analisis Bisnis

Berikut adalah contoh analisis bisnis sandal home industry Modal awal :
Peralatan:

Mesin jahit Rp 1.000.000,00
Peralatan lain (alat press) Rp 1.000.000,00
Kayu cetakan ukuran kaki Rp 250.000,00
Jumlah Rp 2.250.000,00

Bisnis mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu, sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 2.250.000,00 – 1000,00) : 4 = 562.250,00 per tahu atau sama dengan Rp 46.854,00 per bulan.

bisnis sepatu

Perlengkapan:

Bahan baku Rp 1.250.000,00
Jumlah Rp 1.250.000,00

Perhitungan Laba / (Rugi) per Bulan

Pendapatan
Sandal yang di produksi + 10 kodi (200 pasang)
Harga per kodi Rp 500.000,00 = Rp 500.000,00 x 10 Rp 5.000.000,00

Biaya-biaya :

Listrik + telepon Rp 300.000,00
Lem, paku kecil, benang Rp 750.000,00
Harga pokok bahan baku Rp 1.250.000,00
Gaji perajin Rp 750.000,00
Transportasi Rp 300.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 46.854,00
Jumlah biaya Rp 3.396.854,00
Laba Bersih Rp 1.603.146,00